PEMERIKSAAN KADAR RACUN ROKOK SEBAGAI UPAYA BERHENTI MEROKOK (UBM) DI SEKOLAH TINGKAT MENENGAH, PUSK
22 Aug 2022
20:46:28 WIB
70x dibaca
PEMERIKSAAN KADAR RACUN ROKOK SEBAGAI UPAYA BERHENTI MEROKOK (UBM) DI SEKOLAH TINGKAT MENENGAH, PUSKESMAS RAHUL
Implementasi KTR (Kawasan Tanpa Rokok) dan UBM (Upaya Berhenti Merokok) di sekolah merupakan program tahunan di Puskesmas Rahul. Sebelumnya telah dibentuk sekolah sebagai Kawasan Tapan Asap Rokok melalui kebijakan kepala sekolah dan diawasi oleh tokoh masyarakat di nagari.
Pelayanan kesehatan pada anak sekolah merupakan standar pelayanan minimal yang harus dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan pratama, Puskesmas. Kegiatan UBM disekolah yang dilakukan Pusekemas Rahul oleh petugas (Dela Septianingsih Dan Ronal Febrian) telah dilaksanakan di SMP Negeri 1 Ranah Ampek Hulu Tapan dan SMP Negeri 2 Ranah Ampek Hulu Tapan.
Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang bekerjasama dengan program Penyakit Tidak Menular, Gizi dan program PKPR.
Kegiatan ini selain mengimplementasikan KTR di lingkungan pendidikan sebagai upaya berhenti merokok di sekolah dan juga mencegah penyakit menular sejak sini.
Petugas memberikan penyuluhan kepada siswa-siswi disekolah tentang bahaya merokok bagi anak sekolah. Kemudian dilakukan pemeriksaan kadar Carbondioksida dan racun rokok di dalam paru-paru dengan menggunakan alat Smokerlyzer.
Hasil pemeriksaan dilakukan kepada 15 orang murid laki-laki dan 5 orang murid perempuan dengan hasil kadar racun dalam paru masih kategori hijau atau bisa dikatakan masih bersih. Kadar racun rokok didalam tubuh seorang dipengaruhi oleh perilaku perokok aktif atau perokok pasif. Meskipun tidak merokok namun kadar racun juga bisa terbaca karena kita sering terpapar asap rokok setiap hari.
Siswa telah diberikan penyuluhan tentang upaya berhenti merokok, melakukan aktivitas fisik, banyak minum air putih, melakukan aktivitas fisik atau olahraga dan konsumsi buah & sayur.
Rahul, Senin/22/8/2022
Penulis:
Emmi