PENJARINGAN HIPERTENSI KUSTA DAN PERKESMAS DI SUNGAI SARIAK PUSKESMAS LUMPO
10 Oct 2022
21:09:41 WIB
94x dibaca
Senin, 10 Oktober 2022
PENJARINGAN HIPERTENSI KUSTA DAN PERKESMAS DI NAGARI SUNGAI SARIAK WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUMPO
Penjaringan hipertensi, kusta dan perkesmas yang dilaksanakan di nagari sungai sariak oleh Pengelola PTM nelva endra yenti, Amd.Kep Pengelola Program kusta sami despi, SH Pengelola imunisasi dan anak novalinda, Amd.Keb dan Bidan desa vivi weldia yanti, Amd.Keb.
Penjaringan ini di maksudkan untuk memaksimalkan penemuan penderita hipertesi, dan kusta agar sesegera mungkin ditangani agar bisa di tangani dengan cepat.
Hasil kegiatan dari penjaringan hipertensi dan kusta di nagari sungai sariak yaitu didapati suspe sebanyak 15 orang, di temukan ada beberapa yang hipertensi, dan tidak ada yang ditemukan penyakit kusta.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan mendatangi langsung rumah yang kita anggap sebagai penderita hipertensi dan kusta setelah mengumpulkan informasi dari Bidan desa dan kader.
Tekanan darah tinggi atau disebut juga hipertensi adalah suatu kondisi ketika seseorang mempunyai tekanan darah yang terukur pada nilai 130/80 mmHg atau lebih tinggi.
Tekanan darah ditentukan oleh berapa banyak volume darah yang dipompa oleh jantung dan resistensi aliran darah di pembuluh darah/arteri. Jadi, tekanan darah akan terukur lebih tinggi apabila jantung memompa darah lebih cepat dan atau arteri lebih sempit.
Meski kasus tekanan darah terus meningkat tiap tahunnya, cara mencegah hipertensi masih mungkin dilakukan.
Anda bisa menurunkan faktor risiko hipertensi di masa mendatang dengan mengetahui berbagai penyebab dan pengobatan hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Sebagian besar orang yang memiliki tekanan darah tinggi biasanya tidak menunjukkan ciri-ciri atau gejala hipertensi tertentu.
Bahkan, beberapa orang tidak menunjukkan gejala hipertensi walaupun tekanan darah mencapai tingkat yang sangat tinggi.
Umumnya, gejala hipertensi adalah sebagai berikut.
1.Sakit kepala parah
2.Sesak napas
3.Mimisan
4.Kulit memerah (terutama pada wajah dan leher)
5.Pusing
6.Nyeri dada
7.Gangguan penglihatan
7.Ada darah dalam urine
Bagaimana cara mengobati hipertensi?
Pada dasarnya,pengobatan hipertensi yang direkomendasikan dokter disesuaikan dengan usia dan kondisi pasien, serta tingkat keparahan tekanan darah tinggi yang dialami.
Cara mengobati hipertensi yang umum direkomendasikan dokter, meliputi perubahan gaya hidup dan penggunaan obat penurun tekanan darah.
Berikut adalah penjelasan mengenai cara mengobati hipertensi selengkapnya.
1. Kurangi asupan garam
Salah satu cara mengobati hipertensi adalah dengan mengurangi asupan makanan mengandung garam.
WHO merekomendasikan pengurangan konsumsi garam hingga di bawah 5 gram per hari untuk membantu mengurangi risiko hipertensi.
2. Tidak merokok
Merokok tidak hanya bisa meningkatkan faktor risiko hipertensi, melainkan juga memunculkan berbagai gangguan kesehatan lain.
Maka dari itu, Anda tidak dianjurkan untuk merokok agar terbebas dari faktor risiko hipertensi dan gangguan kesehatan lainnya.
3. Lakukan latihan fisik secara teratur
Pengobatan tekanan darah tinggi sekaligus cara mencegah hipertensi juga perlu melakukan aktivitas fisik secara teratur setidaknya 150 menit setiap minggu.
Anda bisa membaginya menjadi 30 menit per hari agar tubuh bisa beradaptasi. Jenis olahraganya pun tidak perlu rumit. Contohnya, berjalan, jogging, bersepeda, dan berenang.
4. Hindari stres
Menghindari atau belajar mengelola stres dapat membantu seseorang untuk mengendalikan tekanan darah tinggi.
Anda bisa melakukan meditasi, yoga, hobi yang Anda gemari, atau memanjakan diri di spa.
5. Hindari konsumsi alkohol
Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan faktor risiko tekanan darah. Maka dari itu, penderita hipertensi diimbau untuk menghindari tindakan pencegahan ini.
6. Terapkan pola makan yang seimbang
Penderita perlu mengubah pola makannya agar nutrisi yang masuk ke tubuh menjadi lebih seimbang.
Misalnya, dengan mengonsumsi lebih banyak buah, sayur, ikan, gandum utuh, dan kacang-kacangan, serta mengurangi makanan berminyak dan berlemak.
7. Jaga berat badan
Kelebihan berat badan dapat berkontribusi terhadap penyebab hipertensi. Pasalnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, penderita hipertensi perlu menurunkan berat badannya bila berlebihan.
8. Minum obat penurun tekanan darah
Jika pola hidup tidak cukup sebagai pengobatan hipertensi, dokter mungkin akan meresepkan obat penurun tekanan darah.
Penggunaan obat penurun tekanan darah juga disesuaikan dengan usia dan kondisi pasien, serta tingkat keparahan tekanan darah tinggi yang dialami.
Bagaimana cara mencegah hipertensi?
Walaupun sudah melakukan berbagai cara mengobati hipertensi, Anda tetap melakukan tindakan pencegahan hipertensi agar gejala tekanan darah tinggi tidak muncul lagi di kemudian hari.
Cara mencegah hipertensi yang bisa dilakukan, yakni:
1. Kurangi konsumsi garam dan menjalani diet sehat
2. Kurangi konsumsi alkohol dan kafein
3. Kurangi berat badan jika diperlukan
Olahraga secara teratur
4. Istirahat yang cukup
5. Kelola stres dengan baik
Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi serius yang dapat menjurus ke berbagai masalah medis lainnya, seperti stroke dan penyakit jantung.
Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk segera berkonsultasi ke dokter seraya menjalani pola hidup yang tepat, bila Anda atau orang-orang terdekat Anda memiliki tekanan darah tinggi.
Kusta atau lepra adalah penyakit infeksi bakteri kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan. Kusta atau lepra dikenal juga dengan nama penyakit Hansen atau Morbus Hansen.
Kusta atau lepra dapat ditandai dengan lemah atau mati rasa di tungkai dan kaki, kemudian diikuti dengan timbulnya lesi di kulit. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri ini dapat menyebar melalui percikan ludah atau dahak yang keluar saat penderitanya batuk atau bersin.
Penyebab Kusta
Kusta atau lepra disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini dapat menular dari satu orang ke orang lainnya melalui percikan cairan dari saluran pernapasan (droplet), yaitu ludah atau dahak, yang keluar saat batuk atau bersin.
Seseorang dapat tertular kusta jika terkena percikan droplet dari penderitanya secara terus-menerus dalam waktu yang lama. Dengan kata lain, bakteri penyebab lepra tidak dapat menular kepada orang lain dengan mudah. Selain itu, bakteri ini juga membutuhkan waktu lama untuk berkembang biak di dalam tubuh penderita.
Perlu dicatat, kusta bisa menular jika terjadi kontak dalam waktu yang lama. Kusta tidak akan menular hanya karena bersalaman, duduk bersama, atau berhubungan seksual dengan penderita. Kusta juga tidak menular dari ibu ke janinnya.
Beberapa gejala kusta yang dapat dirasakan penderitanya adalah:
1. Kulit menjadi mati rasa, termasuk kehilangan kemampuan merasakan suhu, sentuhan, tekanan, atau nyeri
2. Kulit tidak berkeringat (anhidrosis)
3. Kulit terasa kaku dan kering
4. Luka yang tidak terasa nyeri di telapak kaki
5. Bengkak atau benjolan di wajah dan telinga
6. Bercak yang tampak pucat dan berwarna lebih terang daripada kulit di sekitarnya
7. Saraf membesar, biasanya di siku dan lutut
Otot melemah, terutama pada otot kaki dan tangan
8. Alis dan bulu mata hilang permanen
9. Mata menjadi kering dan jarang mengedip
10. Mimisan, hidung tersumbat, atau kehilangan tulang hidung
Pada kusta yang menyerang sistem saraf, penderita bisa kehilangan sensasi rasa termasuk nyeri. Akibatnya, luka atau cedera di tangan atau kaki dapat tidak terasa oleh penderita.
Pengobatan Kusta
Metode utama untuk mengobati kusta atau lepra adalah dengan obat antibiotik. Penderita kusta akan diberi kombinasi beberapa jenis antibiotik selama 1–2 tahun. Jenis, dosis, dan durasi penggunaan antibiotik akan ditentukan berdasarkan jenis kusta yang diderita.
Salam sehat.....
Penulis:
Emmi