Hipotiroid Kongenital (HK) adalah kondisi di mana kelenjar tiroid bayi tidak menghasilkan hormon tiroid yang cukup sejak lahir. Padahal hormon tiroid sangat penting untuk pertumbuhan otak dan perkembangan tubuh bayi.
Tanda-Tanda Bayi yang Mungkin Mengalami Hipotiroid Kongenital
Beberapa tanda bisa terlihat, tetapi kadang tidak tampak jelas di awal, misalnya: lesu, jarang menangis, susah menyusu, embelit, kulit kering dan dingin, lidah besar, wajah bengkak, kuning berkepanjangan setelah lahir.
Dampak kekurangan hormon tiroid
Jika tidak diketahui dan diobati sejak dini, bayi bisa mengalami keterlambatan perkembangan, gangguan belajar, bahkan cacat mental permanen.
Tujuan Skrining HK
Skrining dilakukan untuk mendeteksi secara dini apakah bayi menderita hipotiroid kongenital sebelum muncul gejala. Tujuannya agar penanganan dapat dilakukan segera sehingga bayi bisa tumbuh normal seperti anak lainnya.
Waktu dan cara skrining HK
Dilakukan pada bayi baru lahir usia 48–72 jam (2–3 hari). Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sedikit darah dari tumit bayi.
Tujuan dan Manfaat Penyuluhan:
1.Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya deteksi dini hipotiroid kongenital.
2.Menumbuhkan kesadaran dan partisipasi aktif orang tua untuk membawa bayinya melakukan skrining ke fasilitas kesehatan.
3.Mengurangi risiko keterlambatan tumbuh kembang pada anak.
Hasil dari penyuluhan SHK kepada pasien yang berobat ke UPT Puskesmas Koto Baru diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Hipotiroid Kongenital, karena HK dapat dicegah dengan pemeriksaan SHK di faskes dimana dilahirkan atau bidan desa.
Penulis: myarsih icit