Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Penyuluhan Pencegahan DBD dan Pemberantasan Sarang Nyamuk wilayah kerja Puskesmas Kayu Gadang

26 Aug 2022 19:43:22 WIB 42x dibaca
Penyuluhan Pencegahan DBD dan Pemberantasan Sarang Nyamuk  wilayah kerja Puskesmas Kayu Gadang
LANGGAI DAN DUSUN JANANG LANGGAI TLH DI LAKUKAN enyuluhan Pencegahan DBD dan Pemberantasan Sarang Nyamuk Wilayah Kerja Puskesmas Kayu Gadang Kayu Gadang, 26 Agustus 2022 Hari ini Kepala Puskesmas Kayu Gadang dan Penanggung Jawab Program Promkes melakukan Penyuluhan dan Memberikan Informasi Pencegahan DBD dan Pemberantasan Sarang Nyamuk di Wilayah Puskesmas Kayu Gadang Melalui Halo-Halo atau Pengeras Suara Ambulance dan di Mesjid Nurul Wahidah Di Kampuang Langgai ke Nagari Gantiang Mudik Utara Surantih. Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit demam serius yang ditularkan oleh nyamuk betina Aedes aegypti yang menyerang sistem peredaran darah manusia. Penyakit ini apabila tidak ditangani secara tepat bisa berakhir dengan kematian. Kasus DBD di Indonesia masih menjadi salah satu fokus perhatian dari pemerintah seperti di Kabupaten Pesisir Selatan. Durasi panas tinggi dari gejala awal DBD adalah 5-6 hari dan bisa turun. Setelah itu, demam akan kembali naik. Selain panas, seseorang yang terkena DBD akan muncul bintik merah dikulit yang muncul secara tiba-tiba setelah terinfeksi. Nyamuk Aedes Aegypti adalah penyebab DBD yang harus dicegah mulai dari lingkungan rumah. Sehingga, dengan melakukan pencegahan bisa mengurangi penyakit bahkan kematian dari DBD yang berbahaya. Pencegahan DBD yang Perlu Diketahui  Gejala awal dari DBD adalah bintik merah dan demam. Selain itu, terdapat tiga fase seseorang setelah terinfeksi virus tersebut yaitu fase awal, kritis, dan penyembuhan. Penyakit ini bisa menyebabkan kematian hanya karena gigitan nyamuk yang berbahaya. DBD bisa menyebabkan sulit buang air kecil, mulut kering, letih dan nyeri otot. Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit ini bisa menyebabkan kematian karena komplikasi pendarahan yang berbahaya, berikut pencegahan DBD untuk melindungi keluarga sejak awal. • Jangan ada genangan Penyakit DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk yang bersarang di genangan. Semakin banyak genangan bisa membuat sarang nyamuk karena telur yang menetas pada lokasi tersebut. Rutin bersihkan genangan atau tutup rapat agar mencegah nyamuk bertelur. Nyamuk sangat menyukai genangan karena bisa menetaskan telur dengan mudah. Pastikan jangan ada barang yang bisa membuat genangan pada air dan bersihkan dengan rajin agar tidak ada telur nyamuk yang menetas. • Jangan menumpuk barang Jangan menumpuk barang yang cukup banyak didalam rumah. Hal ini bisa memberikan nyamuk ruang tersembunyi untuk berkembang biak. Usakan agar membuat rumah lebih bersih dan sehat dengan rajin menjaga kebersihannya. • Gunakan lotion anti nyamuk Lotion anti nyamuk juga membantu dalam mencegah gigitan. Biasanya, aroma lotion tidak disukai oleh nyamuk. Tujuannya, agar binatang tersebut pergi dan menjauh agar tidak menggigit. Penggunaan lotion disarankan untuk anak-anak yang memiliki aktivitas banyak diluar rumah atau di sekolah. Sehingga bisa tetap terlindungi dari DBD walaupun tidak di rumah. • Menggunakan obat anti nyamuk Obat anti nyamuk bisa digunakan untuk mencegah DBD di ruangan tertentu. Ada dua jenis obat nyamuk yaitu disemprot dan dibakar.  • Jaga kesehatan tubuh Menjaga kesehatan tubuh bisa membantu dalam mencegah DBD karena infeksi bisa mudah menyebar jika tidak fit. Pastikan untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan istirahat cukup agar tubuh tetap dalam keadaan yang prima. Gejala dan pencegahan DBD harus diketahui agar orang tersayang selalu dalam keadaan sehat. Pastikan lingkungan rumah harus selalu bersih dan menjaga tubuh dalam kondisi sehat agar penyakit tidak mudah datang dan menginfeksi. Melalui kegiatan PSN dan penyuluhan pencegahan demam berdarah melalui 3M Plus ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah penularan penyakit DBD. Adapun 3M yang dimaksud seperti Menguras (membersihkan tempat atau wadah penampungan air, seperti ember, bak mandi, dan tempat air minum, Menutup (tidak membiarkan terbuka tempat-tempat penampungan air, seperti kendi, toren air, dan drum), Memanfaatkan kembali (menggunakan kembali barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk). Sedangkan ‘Plus’ pada gerakan 3M Plus adalah: ·Menaburkan bubuk larvasida di tempat penampungan air yang tidak mudah untuk dibersihkan. ·Menggunakan obat nyamuk untuk pencegahan gigitan atau penularan dari Aedes aegypti. ·Menggunakan kelambu di kamar atau tempat tidur. · Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender dan geranium. · Memelihara ikan yang dapat memangsa jentik nyamuk. · Mengubah kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang dapat menjadi tempat berkembangbiak nyamuk. · Mengatur ventilasi dan cahaya dalam rumah. Salam Sehat Terima Kasih

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.