Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Penyuluhan Stunting di Nagari Simpang Lama Inderapura

29 Sep 2019 21:51:30 WIB 301x dibaca
Penyuluhan Stunting di Nagari Simpang Lama Inderapura

Rabu (25/09), Penyuluhan Stunting dengan intervensi pola asuh yang baik dan benar pada 1000 hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk Bayi dan Balita di Nagari Simpang Lama Inderapura.

Acara ini diikuti oleh Ibu hamil dan Ibu yang memiliki Balita di Nagari Simpang Lama Inderapura. 1000 HPK merupakan periode kritis karena kehidupan anak dimasa depan ditentukan oleh pola asuh pada 1000 HPK. Maka menjadi penting bagi orang tua khususnya ibu untuk memperhatikan pola asuh anak pada 1000 HPK.

Menurut Efriyanti, Amd.Keb "Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi."

"Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Memperhatikan asupan makanan anak sejak dini sangat penting untuk menghindari berbagai permasalahan kesehatan akibat kekurangan gizi" ujar Bidan senior ini.

lebih lanjut Efrityanti mengatakan "Salah satu cara memastikan anak cukup asupan gizi dengan memperhatikan tinggi badan. Jika anak lebih pendek dari teman seusianya, bisa jadi anak memiliki masalah dengan pemenuhan gizinya. Selain pertumbuhan terhambat, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk. Stunting dan kondisi lain terkait kurang gizi, juga dianggap sebagai salah satu faktor risiko diabetes, hipertensi, obesitas dan kematian akibat infeksi".

"Untuk mencegah stunting dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh, seperti melakukan aktifasi posyandu dan pemberian pengetahuan tentang gizi anak, mulai dari makanan apa saja yang boleh untuk bayi di atas enam bulan dan pengetahuan tentang pentingnya ASI Eksklusif" Jelas Efriyanti mengakhiri penyuluhan.

Penulis: Hendri

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Share :

Kategori

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.