PERTEMUAN KOMUNIKASI INFORMASI EDUKASI KEAMANAN PANGAN (KIE) BAGI KADER KPM DINAS KESEHATAN KAB. PES
15 Dec 2022
16:44:29 WIB
23x dibaca
PERTEMUAN KOMUNIKASI INFORMASI EDUKASI KEAMANAN PANGAN (KIE) BAGI KADER KPM DINAS KESEHATAN KAB. PESISIE SELATAN
DI HOTEL HANNAH 14 DESEMBER 2022
Pelaksanaan program KIE bagi Kader KPM bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Kader KPM agar dapat melindungi dirinya dari makanan yang tidak memenuhi ketentuan dan mengerti akan Pentingnya keamanan pangan.
Di hadiri Peserta sebanyak 30 orang yaitu Kader KPM Nagari , dilaksanakan selama 1 (satu) hari Pada hari Rabu tanggal 14 Desember 2022 dengan Materi yang disampaikan adalah materi keamanan pangan, 5 Kunci keamanan pangan dan hubungan Stunting dengan keamanan pangan
Kegiatan ini di laksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pessel, Bidang Kesehatan Masyarakat, Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan masyarakat dengan Narasumber , berasal dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan ( BBPOM) Padang dan Dinas Perikanan Pangan Kab. Pessel
Program Pengawasan Obat dan Makanan merupakan fokus agenda pembangunan RPJMN 2020-2024 khususnya terkait agenda meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, sebagai pelaksanaan amanat salah satu Misi Presiden 2019- 2024 yaitu Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia. Pengawasan Obat dan Makanan mempunyai implikasi luas terhadap kesehatan masyarakat.
Salah satu bentuk nyata strategi ini adalah kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah sebagai lintas sektor yang menjadi mitra BPOM. Dalam mengembangkan komunikasi risiko dibutuhkan peran lintas sektor yang bisa menjangkau penerima manfaat yang ditargetkan yaitu masyarakat dan komunitas masyarakat.
Peran serta lintas sektor dalam hal ini Pemerintah Daerah yang dekat dengan masyarakat akan semakin meningkatkan efektivitas kegiatan pemberdayaan masyarakat hingga titik-titik kabupaten/kota.
Ketahanan pangan rumah tangga berhubungan langsung dengan kejadian stunting, keluarga dalam rumah tangga yang tidak tahan pangan cenderung memiliki balita yang tergolong stunting, hal ini disebabkan karena kurangnya asupan zat gizi yang diterima baik dari segi kuantitas maupun kualitas dan tidak memenuhi standar
Penulis:
Emmi