Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

PERTEMUAN PEMBINA DESA ,TENTANG UPAYA PENURUNAN AKI & AKB di PUSKESMAS KOTO BARU KEC LENGAYANG

23 Sep 2022 21:09:13 WIB 24x dibaca
PERTEMUAN PEMBINA DESA ,TENTANG UPAYA    PENURUNAN AKI & AKB di  PUSKESMAS KOTO BARU KEC LENGAYANG
Kegiatan hari ini Jumat,tgl 23 September 2022 PERTEMUAN PEMBINA DESA ,TENTANG UPAYA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK PENURUNAN AKI & AKB di WILKER PUSKESMAS KOTO BARU KEC LENGAYANG . Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) bukan hanya merupakan indikator kesehatan ibu dan anak, namun juga dapat menggambarkan tingkat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, efisien dan efektifitas dalam pengelolaan program kesehatan. Penurunan AKI dan AKB dapat dilaksanakan Dengan melakukan Strategi 1.ANC persalinan yang berkualitas 2.Pelayanan persalinan di Pustu atau di Puskesmas 3.Pelayanan persalinan dibantu oleh dokter,bidan dan perawat pelayanan pada ibu hamil yang terstandar akan menurunkan angka kematian ibu & bayi Pelaksanaan pelayanan pada ibu hamil,bersalin & nifas harus sesuai dengan standard Penyebab kematian Bayi terbesar adalah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), asfiksia, infeksi, masalah pemberian minum dan diare. Bagaimana upaya untuk menurunkan angka kematian bayi? Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB) Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif. Kemenkes juga melakukan perluasan akses serta mutu pelayanan, sebagai berikut. 1. Tenaga kesehatan diperbanyak di daerah terpencil yang memang jangkauan pelayanannya masih dirasa kurang. 2. Melengkapi sarana dan prasarana yang ada di fasilitas kesehatan. Baik fasilitas kesehatan dasar atau rujukan. 3. Obat akan disediakan dalam satu kesatuan dengan sistem layanan kesehatan. Jika sebelumnya obat untuk para ibu yang mengalami preeklampsia masih sedikit, sekarang tidak hanya jumlah obat yang diperbanyak, tenaga kesehatan juga akan dilatih. 4. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kehamilan. 5. Mengembangkan riset-riset operasional atau litbang secara sederhana.

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.