RANAH AMPEK HULU TAPAN –
Petugas Gizi Puskesmas Rahul melakukan pemeriksaan kadar yodium garam kepada masyarakat.
Petugas Kesehatan Gizi Masyarakat menjelaskan, kadar yodium garam berkurang akibat kesalahan penyimpanan.
Ketika garam ditempatkan di ruangan yang terkena Panas atau sinar matahari, kadar yodiumnya terancam terkikis, bahkan hilang.
Tujuan pemeriksaan tersebut untuk melihat kadar yodium pada garam yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.
Pemeriksaan garam beryodium di cek dengan menggunakan iodium test.
Apabila garam yang di tetes tidak berubah warna ungu pekat atau samar berarti kadar iodium nya berkurang dan bisa di katakan tidak beryodium.
Sepuluh nagari yang ada dikecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan telah lakukan pemeriksaan.
Lokasi pemeriksaan ada di Posyandu, di poskesri dan pustu ada juga di rumah masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh bidan desa masing-masing nagari.
Total diperiksa 100KK dan 6 KK diantaranya ditemukan garam yang tidak beryodium.
Petugas Gizi Puskesmas Rahul mengungkapkan hal itu terjadi ketika garam masuk ke pasar kemudian sampai ditangan masyarakat. "Kadang mungkin industrinya telah memenuhi syarat tetapi kemudian di pasar hingga masyarakat tidak dijajahkan atau disimpan sesuai dengan ketentuan, " ungkap Dewi Anggraini, Amd.Gz.,Puskesmas Rahul , Sabtu (27/5/22).
Petugas juga menyumpulkan bahwa , masyarakat sudah memakai merek dagang garam yang beryodium. Berkurangnya kadar iodium pada garam yang dikonsumsi setiap hari tersebut disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyaratak tentang tata cara penyimpanan garam yang baik dan benar. Selain itu, kadar iodium garam berkurang juga bisa disebabkan oleh paparan matahari selama ditempat penjual.
Petugas gizi memberikan penyuluhan langsung pada masyarakat tetang tata cara penyimapnan garam yg benar.
Penyimpanan garam yang baik yaitu menyimpan garam beriodium pada wadah tertutup rapat dan kering, diletakkan pada tempat yang sejuk jauh dari api dan sinar matahari. Iodium akan mengalami penguapan apabila terkena panas, baik karena panas perapian maupun sinar matahari.
Kekurangan yodium atau defisiensi yodium merupakan penyebab utama penyakit gondok dan hipotiroid. Yodium atau iodium adalah komponen yang digunakan tiroid untuk memproduksi hormon tiroid.
Kekurangan yodium paling sering terjadi pada anak-anak dan ibu menyusui. Ada berbagai gangguan yang muncul akibat kekurangan iodium (yodium), antara lain penyakit gondok dan hipotiroid. Kondisi ini yang dikenal sebagai GAKI atau gangguan akibat kekurangan iodium.
Dengan adanya informasi ini masyarakat tidak perlu cemas, masalah kesehatan masyarakat baik gizi dan lainnya bisa dikonsultasikan langsung dengan pihak puskesmas atau pelayanan kesehatan terdekat.
Ditulis oleh: Dela/Promkes
Sumber:dewi/petugas Gizi
Penulis: Emmi