Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Petugas Promkes Kayu Gadang ,hadiri Pertemuan Orientasi Komunikasi Pribadi (KAP) Bagi Petugas Promos

05 Aug 2022 21:04:29 WIB 73x dibaca
Petugas Promkes Kayu Gadang ,hadiri Pertemuan Orientasi Komunikasi Pribadi (KAP) Bagi Petugas Promos

PERTEMUAN ORIENTASI KOMUNIKASI PRIBADI (KAP) BAGI PETUGAS PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS SE SUMATERA BARAT

Kayu Gadang, 2 Agustus 2022

Kegiatan hari ini Petugas Promkes Ade Yuliza Fitri,SKM menghadiri Pertemuan Orientasi Komunikasi Pribadi (KAP) Bagi Petugas Promosi Kesehatan di Puskesmas Se Sumatera Barat Dalam Rangka Pencegahan Stunting di Masa Pademi COVID - 19 Di Hotel Axana Padang.

Stunting merupakan  kondisi gangguan tumbuh kembang pada anak  akibat kekurangan  gizi dalam waktu yang lama. Stunting dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari sulitnya akses terhadap makanan yang bergizi dan aman, rendahnya pengetahuan ibu dan keluarga mengenai gizi sejak 1000 hari pertama kehidupan, hingga tingginya  tingkat pernikahan  di bawah umur. 

Komunikasi Antar Pribadi (KAP) merupakan sebuah metode pembelajaran berkomunikasi yang digunakan untuk mengubah perilaku. Strategi KPP dalam Percepatan Pencegahan Stunting menggunakan metode tersebut untuk melakukan perubahan perilaku dengan harapan akan tercipta perubahan perilaku masyarakat yang lebih baik dan yang bermuara pada penurunan prevalensi stunting di setiap daerah dan di tingkat nasional secara umum.

KAP mengambil prinsip komunikasi bersama sasaran/ masyarakat harus berlangsung dala situasi menyenangkan (fun) dan menambah keakraban, semua berbicara dan mendengarkan, serta ke arah aksi perubahan perilaku.

Salah satu strategi untuk menurunkan stunting  adalah dengan melaksanakan Komunikasi Antar Pribadi. Metode KAP ini bertujuan untuk menyusun pesan kunci , pendekatan komunikasi, dan saluran komunikasi yang paling sesuai dengan konteks lingkungan masyarakat tersebut.  Diharapkan  dengan menggunakan metode ini, masyarakat  lebih  bisa menerima pesan ajakan untuk merubah perilaku yang dapat  mencegah  stunting.   Metode Komunikasi Antar Pribadi  berupa komunikasi tatap muka, verbal maupun non verbal. Dapat berupa satu individu ke satu individu, satu individu ke banyak orang, bahkan dari kelompok ke kelompok.


Dengan pertemuan orientasi komunikasi antar pribadi ini diharapkan  dapat menambah pengetahuan dan keterampilan petugas dalam mengedukasi masyarakat sesuai dengan kebutuhan kelompok sasaran, dan dengan mempertimbangkan konteks budaya dan kearifan lokal.

Harapannnya petugas dapat mempraktikan metode komunikasi antar pribadi, sehingga dapat menyampaikan pengetahuan mengenai stunting  dengan efektif seperti  perilaku prioritas percepatan pencegahan stunting yaitu konsumsi  Tablet  Tambah  Darah (TTD)  untuk  ibu hamil  dan  remaja, ibu melakukan pemberian makanan pada bayi dan anak (PMBA) secara tepat, melakukan inisiasi menyusu dini (IMD), memberi asi eksklusif pada bayi 0 – 6 bulan, memberi makanan pendamping ASI dan makanan lokal dengan terus memberi ASI hingga anak berusia 2 tahun. Selain itu dari segi sanitasi  yaitu penggunaan  jamban sehat dan  cuci  tangan pakai  sabun juga sangat penting untuk  dilakukan.

Harapannya dengan pelaksanaan KAP ini dapat  memudahkan  penyampaian pesan kepada masyarakat, dan masyarakat  dapat  menerima  dan melakukan perubahan  perilaku yang diinginkan seperti minum TTD secara rutin untuk ibu hamil dan remaja,  pemberian ASI ekslusif, pemberian makanan  yang bergizi seimbang pada anak dan lain sebagainya. Upaya tersebut harapannya dapat mendukung pencapaian target untuk  menurunkan  prevalensi stunting Balita.

Salam Sehat

Terima Kasih

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Share :

Kategori

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.