PERTEMUAN ORIENTASI KOMUNIKASI PRIBADI (KAP) BAGI PETUGAS PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS SE SUMATERA BARAT
Kayu Gadang, 2 Agustus 2022
Kegiatan hari ini Petugas Promkes Ade Yuliza Fitri,SKM menghadiri Pertemuan Orientasi Komunikasi Pribadi (KAP) Bagi Petugas Promosi Kesehatan di Puskesmas Se Sumatera Barat Dalam Rangka Pencegahan Stunting di Masa Pademi COVID - 19 Di Hotel Axana Padang.
Stunting merupakan kondisi gangguan tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Stunting dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari sulitnya akses terhadap makanan yang bergizi dan aman, rendahnya pengetahuan ibu dan keluarga mengenai gizi sejak 1000 hari pertama kehidupan, hingga tingginya tingkat pernikahan di bawah umur.
Komunikasi Antar Pribadi (KAP) merupakan sebuah metode pembelajaran berkomunikasi yang digunakan untuk mengubah perilaku. Strategi KPP dalam Percepatan Pencegahan Stunting menggunakan metode tersebut untuk melakukan perubahan perilaku dengan harapan akan tercipta perubahan perilaku masyarakat yang lebih baik dan yang bermuara pada penurunan prevalensi stunting di setiap daerah dan di tingkat nasional secara umum.
KAP mengambil prinsip komunikasi bersama sasaran/ masyarakat harus berlangsung dala situasi menyenangkan (fun) dan menambah keakraban, semua berbicara dan mendengarkan, serta ke arah aksi perubahan perilaku.
Salah satu strategi untuk menurunkan stunting adalah dengan melaksanakan Komunikasi Antar Pribadi. Metode KAP ini bertujuan untuk menyusun pesan kunci , pendekatan komunikasi, dan saluran komunikasi yang paling sesuai dengan konteks lingkungan masyarakat tersebut. Diharapkan dengan menggunakan metode ini, masyarakat lebih bisa menerima pesan ajakan untuk merubah perilaku yang dapat mencegah stunting. Metode Komunikasi Antar Pribadi berupa komunikasi tatap muka, verbal maupun non verbal. Dapat berupa satu individu ke satu individu, satu individu ke banyak orang, bahkan dari kelompok ke kelompok.
Dengan pertemuan orientasi komunikasi antar pribadi ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan petugas dalam mengedukasi masyarakat sesuai dengan kebutuhan kelompok sasaran, dan dengan mempertimbangkan konteks budaya dan kearifan lokal.
Harapannnya petugas dapat mempraktikan metode komunikasi antar pribadi, sehingga dapat menyampaikan pengetahuan mengenai stunting dengan efektif seperti perilaku prioritas percepatan pencegahan stunting yaitu konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) untuk ibu hamil dan remaja, ibu melakukan pemberian makanan pada bayi dan anak (PMBA) secara tepat, melakukan inisiasi menyusu dini (IMD), memberi asi eksklusif pada bayi 0 – 6 bulan, memberi makanan pendamping ASI dan makanan lokal dengan terus memberi ASI hingga anak berusia 2 tahun. Selain itu dari segi sanitasi yaitu penggunaan jamban sehat dan cuci tangan pakai sabun juga sangat penting untuk dilakukan.
Harapannya dengan pelaksanaan KAP ini dapat memudahkan penyampaian pesan kepada masyarakat, dan masyarakat dapat menerima dan melakukan perubahan perilaku yang diinginkan seperti minum TTD secara rutin untuk ibu hamil dan remaja, pemberian ASI ekslusif, pemberian makanan yang bergizi seimbang pada anak dan lain sebagainya. Upaya tersebut harapannya dapat mendukung pencapaian target untuk menurunkan prevalensi stunting Balita.
Salam Sehat
Terima Kasih
Penulis: Emmi