PETUGAS PUSKESMAS RAHUL MELAKUKAN PMO PASIEN TB, INI KEGIATANNYA
Tuberkulosis (TB) sampai dengan saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia walaupun upaya penanggulangan TB telah dilaksanakan di banyak negara sejak tahun 1995. Tuberkulosis yang selanjutnya disingkat TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menyerang paru dan organ lainnya.
Penanggulangan Tuberkulosis yang selanjutnya disebut Penanggulangan TB adalah segala upaya kesehatan yang mengutamakan aspek promotif dan
preventif, tanpa mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitatif yang ditujukan untuk melindungi kesehatan masyarakat, menurunkan angka kesakitan,kecacatan atau kematian, memutuskan penularan,mencegah resistensi obat dan mengurangi dampak
negatif yang ditimbulkan akibat Tuberkulosis
(Permenkes No 67 tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberklosis).
TB ditularkan melalui droplet. Sekali batuk penderita TB dapat menyebarkan sekitar 3.500 kuman dan ketika bersin menyebarkan 4.500-1000.000 kuman yang terkandung dalam percikan dahaknya. Penularan terjadi melalui dahak yang bertahan selama beberapa jam dalam ruangan yang tidak terkena sinar matahari dan lembab.
Salah satu upaya penanggulangan yang dilaksanakan melalui upayakesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan termasuk Pemantauan Menelan Obat atau PMO, dilakukan langsung oleh petugas kesehatan PusKesmas Rahul.
Kegiatan PMO pada Pasien TB di Wilayah Kerja Puskesmas Ranah Ampek Hulu Tapan hari ini, yaitu di Nagari Sungai Pinang Tapan oleh Penanggung jawab program TB ( Ns.Afriani,S.Kep) dan Petugas Laboratorium (Muzilatul Ismi,Amd.AK). Petugas melakukan kunjungan rumah pasien dan bertemu dengan kelurga pasien.
Pengobatan TB paru membutuhkan waktu 6-8 bulan sehingga di mungkinkan pasien tidak patuh dalam menelan obat. Untuk menanggulangi masalah tersebut peran petugas kesehatan dan masyarakat sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO) sangatlah penting. Diharapkan dengan peran aktif PMO dalam pendampingan di masyarakat akan menurunkan angka Drop out/gagal minum obat.
Peran PMO adalah memastikan penderita minum obat sesuai aturan, mendampingi dan memberikan dukungan moral, mengingatkan pasien menemukan dan mengenali gejala efek samping obat.
Selain itu petugas juga mengisi kartu kontrol minum obat serta memberikan Penyuluhan kesehatan pasien serta keluarga tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. PMO diperlukan untuk menjamin keteraturan pengobatan sehingga penderita TB paru sembuh dengan pengobatan lengkap, tidak droup out/default, dan tidak gagal. Kegagalan pengobatan TB Paru mengakibatkan penderita mengalami MDR.
Berdasrkan pernyataan petugas, peran PMO dan keluarga sangat penting untuk keberhasilan pengobatan penderita TB Paru. PMO juga dapat memberikan dorongan terhadap pasien untuk berobat secara teratur hingga selesai.
Kamis, 21/7/2022
#TossTB?????
Penulis: Emmi