PJ Program PIS-PK Pusk. Kayu Gadang hadiri Pertemuan Kemampuan Teknis Dalam Analisa Data Hasil PIS-
11 Aug 2022
22:20:16 WIB
30x dibaca
KEMAMPUAN TEKNIS DALAM ANALISA DATA HASIL PIS-PK DAN INTERVENSI MASALAH KESEHATAN BERBASIS INTEGRASI PROGRAM TINGKAT DINAS KESEHATAN KABUPATEN PESISIR SELATAN
Kayu Gadang, 3 - 5 Agustus 2022
Penanggung Jawab Program PIS-PK Alni Devi Rosa,AMd.Keb menghadiri Pertemuan Kemampuan Teknis Dalam Analisa Data Hasil PIS-PK dan Intervensi Masalah Kesehatan Berbasis Integrasi Program Tingkat Kabupaten Pesisir Selatan dalam Rangka Peningkatan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) Mulai pada Tanggal 3 - 5 Agustus 2022 di Hotel Hanna Painan.
Tujuan memberikan pemahaman tentang Aplikasi PIS-PK dan Pengolahan Data yang belum Incompled.
Pendekatan keluarga saat ini dilaksanakan puskesmas dalam bentuk kegiatan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga bertujuan meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan atau meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya, mendukung tercapainya Standar Pelayanan Minimum (SPM) bidang kesehatan, mendukung pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadi peserta JKN, dan mendukung tercapainya tujuan program Indonesia sehat.
PIS-PK diawali dengan kegiatan kunjungan keluarga dan intervensi awal untuk mendata keluarga dan status kesehatan keluarga melalui 12 indikator PIS-PK, kemudian hasilnya diinputkan ke dalam Aplikasi Keluarga Sehat, selanjutnya dilakukan analisa data untuk menentukan masalah kesehatan, kemudian ditentukan intervensi secara berkelanjutan dengan perkembangan capaian yang dipantau dalam PIS-PK.
Melalui kegiatan PIS-PK dapat diperoleh data base seluruh keluarga yang ada di wilayah kerja puskesmas dan mendapat gambaran status kesehatan keluarga yang diukur dengan Indek Keluarga Sehat (IKS). Data tersebut dapat dimanfaatkan oleh puskesmas maupun lintas sektoral terkait untuk membuat perencanaan.
Hambatan lainnya dalam pelaksanaan PIS-PK adalah belum terintegrasinya intervensi lanjut yang dilakukan oleh lintas program maupun lintas sektoral. Mengingat sasaran keluarga yang harus dikunjungi cukup banyak, dibandingkan dengan jumlah tenaga kesehatan yang ada, maka dibutuhkan integrasi dalam melakukan intervensi lanjut. Selain integrasi, terobosan dan inovasi juga diperlukan untuk mendukung tercapaianya program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga.
Melihat hambatan-hambatan yang ada, puskesmas perlu membentuk atau mengaktifkan dan mengoptimalkan peran tim Pembina Keluarga, serta meningkatkan upaya koordinasi lintas program dan lintas sektor. Meningkatkan kemampuan petugas puskesmas dalam melakukan analisa data PIS-PK. Rekomendasi lain yang disarankan adalah perlu adanya pembuatan komitmen untuk percepatan intervensi lanjut. Selain itu perlu melakukan updating perubahan 12 indikator PIS-PK oleh programmer melalui aplikasi keluarga sehat. Melakukan verifikasi pada desa yang sudah total coverage.
Dengan evaluasi ini diharapkan seluruh puskesmas dapat melaksanakan kunjungan keluarga di wilayah kerjanya guna mendukung tercapainya Standar Pelayanan Minimum (SPM) bidang kesehatan, mendukung pelaksanaan JKN, dan mendukung tercapainya tujuan program Indonesia Sehat.
Salam Sehat
Terima Kasih
Penulis:
Emmi