Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Pkm Tj Beringin melakukan wawancara pengisian kuesioner tentang pola asuh orang tua bayi balita usia

13 Jun 2024 11:22:58 WIB 9x dibaca
Pkm Tj Beringin melakukan wawancara pengisian kuesioner tentang pola asuh orang tua bayi balita usia
Lunang, 8 Juni 2024 Penanggung Jawab Promkes dan penanggung jawab Gizi Puskesmas Tanjung Beringin Kecamatan Lunang Marlina,AMF, Fatmawati,Amd Keb dan Jumilda Okta Novika,Amd.Gz didampingi oleh PJ Posyandu Risya Litta,Amd.Keb melakukan wawancara pengisian kuesioner tentang pola asuh orang tua bayi balita usia 6 - 23 bulan di Posyandu Affiat Nagari Sindang Lunang dalam rangka menurunkan angka stunting, Gizi Kurang dan Gizi buruk. Menurut WHO, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Stunting merupakan suatu kondisi yang harus dihindari karena berdampak besar bagi masa depan anak. Tetapi, perlu diketahui kalau stunting merupakan kondisi yang dapat dicegah. Salah satunya dengan rajin mengajak anak ke posyandu. Pola asuh adalah cara yang digunakan dalam usaha membantu anak untuk tumbuh dan kembang dalam merawat,mendidik, membimbing untuk mencapai kemandiriannya. Pola asuh orang tua memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan fisik dan kognitif anak. Cara orang tua memberikan perawatan, nutrisi, dan lingkungan tumbuh kembang anak dapat memengaruhi risiko stunting. Pola asuh memiliki kontribusi sangat penting terhadap kejadian stunting, pola asuh orang tua menjadi sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak baik secara fisik maupun psikis, dan pola asuh juga memiliki peranan penting terhadap terjadinya gangguan pertumbuhan pada balita karena asupan makanan pada balita sepenuhnya diatur oleh ibunya. Ibu dengan pola asuh yang baik akan cendrung memiliki balita dengan status gizi yang lebih baik dari pada ibu dengan pola asuh yang kurang baik. Posyandu dapat mencegah anak terkena berbagai faktor risiko stunting melalui program-program yang diselenggarakan. Beberapa program posyandu sebagai upaya pencegahan stunting adalah POPM (Pemberian Obat Pencegahan masal) cacingan, penanggulangan diare, sanitasi dasar serta peningkatan gizi. Selain kegiatan pemantauan tumbuh kembang anak, posyandu juga menyediakan kegiatan-kegiatan yang bersifat penyuluhan tentang gizi seimbang dan ASI eksklusif. 

Penulis: adewahyuni

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.