PUSK KAYU GADANG IKUTI REMBUK STUNTING DAN MUSYAWARAH NAGARI DI KECAMATAN SUTERA
29 Aug 2022
19:48:42 WIB
33x dibaca
REMBUK STUNTING DAN MUSYAWARAH NAGARI DI KECAMATAN SUTERA
Kayu Gadang, 29 Agustus 2022
Kegiatan hari ini Pemerintah Kecamatan Sutera bersama Puskesmas gelar Rembuk Stunting dalam rangka menyusun komitmen dan rencana aksi untuk menekan angka stunting dan musyawarah nagari diiwilayah Kecamatan Sutera dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi.
Dalam Pelaksaan ini Camat Sutera membentuk Panitia Penyelengaraan menjadi 4 Tim yaitu :
• Tim 1 ke Nagari Koto Nan Tigo Utara Surantih
• Tim 2 Ke Nagari Koto Taratak
• Tim 3 ke Nagari Surantih
• Tim 4 ke Nagari Amping Parak Timur
Dalam kesempatan itu turut dihadiri oleh Camat Sutera, Sekcam, PLD, PD, Korlab KB, Kasi PMP, Kasi Pemerintahan, Kasi Trantib, Kassubag Perencanaan dan Keuangan, Kepala Puskesmas, Kepala Desa, TP PKK Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kader Posyandu , Bidan Desa, Tenaga Kesehatan, dan Lain-Lain.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya.
5 Pilar Percepatan Pencegahan Stunting
• Komitmen dan Visi Kepemimpinan Nasional dan Daerah.
• Kampanye Nasional dan Komunikasi Perubahan Perilaku.
• Konvergensi, Koordinasi, dan Konsolidasi Program Pusat, Daerah, dan Desa.
• Ketahanan Pangan dan Gizi.
• Pemantauan dan Evaluasi.
Kepala Puskesmas Kayu Gadang Darma Santi,STr.Keb dalam sambutannya menyampaikan bahwa perlu komitmen dan aksi nyata dari semua pihak terkait agar pencegahan stunting dapat berjalan maksimal
“Dalam upaya percepatan penurunan stunting perlu komitmen dan juga aksi yang dilakukan dari hulu. kebijakan yang mengatur harus dilakukan mulai pra nikah, kehamilan, masa kehamilan dan masa interval sebagai upaya pencegahan" Katanya
Selain itu pihaknya juga memandang perlu adanya komitmen dan aksi dari semua pihak untuk bersama-sama mendorong pencegahan dan penurunan angka stunting
"Dengan adanya komitmen dan aksi yang intens baik itu dari pemerintah, ibu-ibu PKK, Kader posyandu, bidan desa, dan juga kader pembangunan manusia ini mutlak harus dilakukan karena hal ini merupakan kunci keberhasilan dalam pelaksanaan pencegahan stunting".
Sementara itu, Camat Sutera Salman Alfarizi Brutu mengatakan bahwa salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.
“Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih” dan semua pihak harus bersinergi, lakukan sosialisasi sedini mungkin untuk mencegah terjadinya stunting".
Salam Sehat
Terima Kasih
Penulis:
Emmi