PUSKESMAS INDERAPURA LAKUKAN KUNJUNGAN IBU NIFAS DENGAN BABY BLUES SYNDROME
05 Oct 2022
22:02:39 WIB
39x dibaca
Rabu, 5 Oktober 2022
KUNJUNGAN IBU NIFAS DENGAN BABY BLUES SYNDROME
Kunjungan ini dilaksanakan oleh Bidan Koordinator Puskesmas Inderapura bersama PJ Program Kesehatan Jiwa dan Bidan Desa Nagari Inderapura
Baby blues syndrome adalah perasaan sedih yang dialami banyak wanita di masa-masa awal setelah melahirkan. Kondisi ini cenderung muncul pada hari ke-2 atau ke-3 pascapersalinan.
Umumnya, baby blues akan berlangsung selama beberapa hari dan paling lama hingga 2 minggu. Baby blues dialami oleh 4 dari 5 orang tua baru atau sekitar 80 persen. Kondisi ini dapat dialami oleh orang tua baru, sudah berapa kalipun ia melahirkan, dari segala usia, pendapatan, budaya atau tingkat pendidikan.
Baby blues dapat hilang dengan sendirinya, tanpa perawatan khusus, intervensi atau pengobatan. Namun, apabila gejala tidak hilang setelah beberapa minggu atau malah terasa memburuk, ibu mungkin menderita depresi pascamelahirkan (postpartum depression).
Pasalnya, sekitar 10% wanita mengalami postpartum depression. Tidak seperti baby blues, depresi pascamelahirkan adalah masalah yang lebih serius dan tidak boleh diabaikan.
Ciri-ciri baby blues syndrome yang utama adalah perubahan suasana hati dengan cepat dari senang menjadi sedih. Sebagai contoh, dapat merasa senang dan bangga dengan pekerjaan yang dilakukan sebagai ibu baru. Berikutnya, menangis karena merasa kesulitan dan tidak mampu mengerjakan tugas sebagai ibu baru.
Selain itu, beberapa gejala baby blues syndrome mungkin termasuk:
?Kelelahan sehingga membuat ibu tidak mampu mengurus diri sendiri.
?Merasa mudah tersinggung, mudah marah, dan cemas.
Kesedihan, kemurungan, kecemasan.
?Menangis.
?Kehilangan selera makan.
Sulit tidur.
?Merasa kewalahan dengan tugas bayi.
?Kesulitan berkonsentrasi atau membuat keputusan.
Gejala ini biasanya mulai membaik pada hari ke-10. Namun, jika Anda merasa gejalanya tidak kunjung membaik atau malah semakin parah, sebaiknya meminta bantuan lebih lanjut karena bisa jadi ibu mengalami postpartum depression.
Pada awalnya, postpartum depression dapat terlihat seperti baby blues karena memiliki banyak gejala yang sama, termasuk perubahan suasana hati, mudah menangis, kesedihan, insomnia, dan lekas marah.
Perbedaannya depresi pascamelahirkan, gejalanya lebih parah seperti merasa putus asa, merasa tidak berharga, merasa tidak memiliki ikatan dengan bayi Anda, hingga muncul pikiran untuk bunuh diri atau ketidakmampuan untuk merawat bayi yang baru lahir.
Karena baby blues syndrome ini menyebabkan bayi yang baru di lahirkan tidak mendapatkan perhatian dari ibu , tidak di berikan ASI ekslusif apalagi si ibu melahirkan bayi Kembar dengan BBLR , maka dari itu petugas kami melaksanakan kunjungan dan memberikan arahan kepada keluarga agar membimbing si ibu dan membantu si ibu sembuh dari Syndrome nya serta dilakukan pemantauan rutin oleh petugas puskesmas Inderapura , semoga si Ibu segera pulih dan bangkit dengan support dan semangat dari keluarga dan lingkungan sekitar .
Penulis:
Emmi