Puskesmas Kayu Gadang pertemuan dg camat sutera ttg hasil pertemuan bpk kadis hari senin 13 maret 2
19 Mar 2023
11:25:41 WIB
66x dibaca
Pertemuan dg bapak camat sutera ttg hasil pertemuan bpk kadis hari senin 13 maret 2023 di ruang pertemuan dinkes
KAYU GADANG 14 MARET 2023
Tujuan pertemuan ini adalah bagai mana cara pelaksanaan polio bagi masy yg menolak imunisasi polio Crash Program Dalam Rangka Pencegahan Penularan Virus Polio Se Sumatera Barat
Hari ini Kepala Puskesmas Kayu Gadang Darma Santi,STr.Keb bersama Penanggung Jawab Program Imunisasi Yumihasiyoksih,AMd.Keb
Bapak camat serta tim akan berkunjung kelanggai hari jumat tgl 17 maret utk temu ramah dg masyarakat langgai di acara jumatan ..
Telah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) polio Vaccine-Derived Polio Virus tipe
2 (VDPV2) di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, dan dilaksanakan upaya
penanggulangan salah satunya melalui pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Nasional
sejumlah 2 (dua) putaran di seluruh wilayah Provinsi Aceh.
Provinsi Sumatera Barat dan Riau berdekatan dengan Provinsi Aceh dan
berdasarkan hasil risk assessment dikategorikan sebagai provinsi yang berisiko tinggi terhadap penularan virus polio. Berdasarkan rekomendasi WHO, Komite
Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) dan Komite Ahli Eradikasi Polio,
dibutuhkan upaya berupa kegiatan crash program yang dilaksanakan di kedua
provinsi untuk menutup kesenjangan imunitas serta merupakan upaya penting
dalam mempertahankan status Indonesia Bebas Polio.
Sehubungan dengan hal tersebut, bersama ini kami sampaikan hal-hal
sebagai berikut:
1. Crash Program dilaksanakan dengan memberikan 1 dosis imunisasi bivalent
Oral Polio Vaccine (bOPV) atau polio tetes dan 1 dosis imunisasi Inactivated
Poliovirus Vaccine (IPV) atau polio suntik tanpa memandang status imunisasi
sebelumnya.
2. Imunisasi bOPV diberikan bagi anak usia 0 sampai dengan 59 bulan,
sedangkan imunisasi IPV diberikan bagi anak usia 4 sampai dengan 59
bulan.
3. Crash program dilaksanakan sejumlah 1 putaran yang dirnulai pada tanggal
20 Februari 2023. Waktu pelaksanaan adalah 1 minggu ditambah 5 hari
sweeping. Target cakupan sekurang-kurangnya adalah 90%.
4. Estimasi jumlah sasaran dan jumlah alokasi vaksin per kabupaten/kota dapat
dilihat pada lampiran surat ini.
5. Perlu dilakukan langkah persiapan dengan sebaik-baiknya, sebagai berikut:
a. Menyusun mikroplaning
b. Melakukan advokasi kepada pirnpinan daerah serta sosialisasi dan
koordinasi kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, seluruh pihak
terkait dan masyarakat pada umumnya.
c. Memastikan ketersediaan sumber daya baik pembiayaan, tenaga,
serta logistik lainnya yang dibutuhkan melalui koordinasi dengan
Kementerian Kesehatan.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) Komite Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) dan Komite Ahli Eradikasi Polio merekomendasikan untuk dilakukan perluasan wilayah ke Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Riau yang berbatasan/berdekatan dengan Aceh dan dikategorikan berisiko tinggi berdasarkan hasil risk assessment.
"Berdasarkan surat edaran Kemenkes No. SR.02.06/Menkes/33/2023 tentang pelaksanaan Crash Program dalam rangka pencegahan penularan virus polio tertanggal 20 Januari 2023. Dan Surat Gubernur Riau No. 443/Dinkes/1173 tentang pelaksanaan crash Program dalam rangka pencegahan penularan virus polio tertanggal 01 Februari 2023.
Provinsi Sumatra Barat menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang berdasarkan hasil risk assessment dikategorikan sebagai provinsi yang berisiko tinggi terhadap penularan virus polio.
Berdasarkan rekomendasi WHO, Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) dan Komite Ahli Eradikasi Polio, dibutuhkan upaya berupa kegiatan crash program Polio yang dilaksanakan di kedua provinsi untuk menutup kesenjangan imunitas.
Crash Program Polio merupakan kegiatan pemberian imunisasi Polio tambahan pada sasaran tanpa memandang status dan interval imunisasi sebelumnya (baik imunisasi rutin maupun BIAN).
Kegiatan ini dilaksanakan pada wilayah yang memerlukan intervensi secara cepat untuk mencegah penularan virus polio.
Salam sehat
Terima Kasih
Penulis:
Emmi