Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

PUSKESMAS TAPAN ORIENTASI SKRINING HIPOTIROID KONGENITAL UNTUK KURANGI RISIKO KECACATAN PADA ANAK

18 Mar 2023 11:25:59 WIB 24x dibaca
PUSKESMAS TAPAN ORIENTASI SKRINING HIPOTIROID KONGENITAL  UNTUK KURANGI RISIKO KECACATAN PADA ANAK
ORIENTASI SKRINING HIPOTIROID KONGENITAL UNTUK KURANGI RISIKO KECACATAN PADA ANAK Puskesmas Rahul, Sabtu, 18 Maret 2023 Program Kesehatan Ibu dan Anak yang di ketuai oleh Aslili Anita, Amd.Keb mensosialisasikan tentang skrining hipotiroid kongenital (SHK) kepada bidan Desa atau Nagari, materi di sampaikan oleh dokter umum Puskesmas Rahul, Dr. Longmai Bunga Persik. Dikuti oleh kepala Puskesmas , bidan koordinator, 10 bidan desa dan promkes. Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) adalah skrining/uji saring yang dilakukan pada bayi baru lahir untuk memilah bayi yang menderita Hipotiroid Kongenital (HK) dan bayi yang bukan penderita. Hipotiroid Kongenital (HK) adalah penyakit yang jarang ditemui. Hipotiroid Kongenital merupakan penyebab disabilitas intelektual tersering pada anak yang dapat dicegah. HK disebabkan oleh karena tidak adekuatnya produksi hormon tiroid pada bayi baru lahir. Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono menyebutkan bahwa, kedepan pemeriksaan SHK atau pemeriksaan kekurangan hormon tiroid bawaan wajib dilakukan kepada semua bayi baru lahir. Ini merupakan implementasi dari transformasi layanan primer yang menekankan pada upaya promotif preventif mengingat sebagian besar kasus kekurangan Hipotiroid Kongenital tidak menunjukkan gejala, sehingga tidak disadari oleh orang tua. Deteksi awal memberikan pengobatan dapat meminimalkan keterbelakangan pertumbuhan dan perkembangan. Pada pelaksanaanya, Skrining Hipotiroid Kongenital dilakukan dengan pengambilan sampel darah pada tumit bayi yang berusia minimal 48 sampai 72 jam dan maksimal 2 minggu oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan pemberi layanan Kesehatan Ibu dan Anak (baik FKTP maupun FKRTL), sebagai bagian dari pelayanan neonatal esensial. Darah diambil sebanyak 2-3 tetes dari tumit bayi kemudian diperiksa di laboratorium. Apabila hasilnya positif, bayi harus segera diobati sebelum usianya 1 bulan agar terhindar dari kecacatan, gangguan tumbuh kembang, keterbelakangan mental dan kognitif. (Sumber Kemenkes RI) Tujuan Kegiatan ini adalah Terlaksananya Orientasi Skrining Hipotiroid Konginetal (SHK) di Puskesmas Rahul, Meningkatkan pengetahuan Nakes tentang pelaksanaan SHK, Adanya kesepakatan pelaksanaan SHK di wilayah kerja Puskesmas Ranah Ampek Hulu Tapan. Kegiatan di buka oleh Kepala Puskesmas. Dengan pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan Nakes dan adanya kesepakatan pelaksanaan SHK di Rahul pada tahun 2023, sebagai upaya deteksi dini dan intervensi dini untuk mencegah timbulnya penyakit gangguan akibat tiroid. Pelaksanaan awal dengan jumlah sampel yang telah ditentukan dan ditargetkan pada bulan April nanti.

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.