Puskesmas Tarusan lakukan Pelayanan Balita Gizi Buruk Sabtu, 24 September 2022
24 Sep 2022
22:03:26 WIB
30x dibaca
Pelayanan Balita Gizi Buruk
Sabtu, 24 September 2022
Balita yang masuk dalam status gizi buruk berarti berat badannya tidak sesuai (sangat kurang) dengan usianya. Indikator yang kedua adalah Berat Badan menurut Tinggi badan yang dikelompokkan dalam empat kriteria yaitu kurus sekali/sangat kurus, kurus, normal dan gemuk.
Pada anak, bisa dikatakan mengalami gizi buruk ketika hasil pengukuran indikator BB/TB untuk status gizinya kurang dari 70 persen nilai median. Mudahnya, nilai cut off z score berada nilai pada kurang dari -3 SD. Gizi buruk paling sering dialami oleh anak balita ketika tubuhnya kekurangan energi protein (KEP) kronis.
Tanda-tanda Balita Gizi Buruk :
1. Sering merasa cepat lelah.
2. Mudah marah.
3. Sering sakit karena daya tahan tubuh rendah.
4. Kulit kering dan bersisik.
5. Pertumbuhan terhambat.
6. Perut buncit.
7. Ketika sakit atau luka susah sembuh.
8. Massa otot berkurang.
Gizi buruk pada bayi bisa disebabkan oleh kekurangan makronutrisi, yaitu karbohidrat, lemak, dan protein; atau mikronutrisi, yaitu vitamin dan mineral. Bentuk paling sering muncul terkait kondisi kurang gizi pada anak adalah kwashiorokor dan marasmus.
Hari ini Ruangan Anak menerima kasus balita umur 13 bulan dengan berat badan 5.9 kg. Dokter Puskesmas Dr. Yessy Rivai , tenaga gizi Puskesmas ( TGP ) Desmiyenti Chyee Luphz dan petugas MTBS Yeffitha Sulismika E sudah memeriksa pasien ini dan akan memantai perkembangannya. Pada kesempatan ini kepada si ibu diberikan susu formula berkalori tinggi dengan harapan bisa mendongkrak kenaikan berat badan anak.
Penulis:
Emmi