REMBUK STUNTING DAN MUSYAWARAH NAGARI DI NAGARI BATU KUNIK PUSKESMAS LUMPO
24 Sep 2022
08:27:35 WIB
94x dibaca
Jumat, 16 September 2022
REMBUK STUNTING DAN MUSYAWARAH NAGARI DI NAGARI BATU KUNIK WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUMPO
Penanggung jawab program Gizi Melda eka sartika, AMG dan Bidan desa batu kunik widya narta, Amd.Keb menghadiri kegiatan rembuk stunting dan musyawarah nagari di aula kantor wali nagari batu kunik.
Pemerintahan nagari batu kunik bersama Puskesmas lumpo gelar Rembuk Stunting dalam rangka dan juga menyusun komitmen dan rencana aksi untuk menekan angka stunting.
Dalam kesempatan ini dihadiri oleh sekcam IV jurai, wali nagari batu kunik, bamus batu kunik, babhinkamtibnas, kader-kader nagari batu kunik, ibu-ibu balita, dan masyarakat nagari batu kunik.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya.
5 Pilar Percepatan Pencegahan Stunting
1. Komitmen dan Visi Kepemimpinan Nasional dan Daerah.
2. Kampanye Nasional dan Komunikasi Perubahan Perilaku.
3. Konvergensi, Koordinasi, dan Konsolidasi Program Pusat, Daerah, dan Desa.
4. Ketahanan Pangan dan Gizi.
5. Pemantauan dan Evaluasi.
“Dalam upaya percepatan penurunan stunting perlu komitmen dan juga aksi yang dilakukan dari hulu. kebijakan yang mengatur harus dilakukan mulai pra nikah, kehamilan, masa kehamilan dan masa interval sebagai upaya pencegahan"
Selain itu juga perlu adanya komitmen dan aksi dari semua pihak untuk bersama-sama mendorong pencegahan dan penurunan angka stunting
"Dengan adanya komitmen dan aksi yang baik itu dari pemerintah, dan lintas sektor yang terkait, ini mutlak harus dilakukan karena hal ini merupakan kunci keberhasilan dalam pelaksanaan pencegahan stunting".
Sementara itu, Pj gizi melda eka sartika, AMG mengatakan bahwa salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.
“Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih” dan semua pihak harus bersinergi, lakukan sosialisasi sedini mungkin untuk mencegah terjadinya stunting".
Hasil rembuk stanting dan musnag di bidang kesehatan :
- Penanggulanangan stunting
- Pembangunan gedung posyandu
- Penambahan PMT untuk ibu hamil dan anak
- Palatihan pencegahan stunting
- Penambahan PMT yandu
- Pengadaan Mobiler yandu
- Pengadaan alat-alat kesehatan
- Pelatihan kader-kader nagari
Salam Sehat......
Penulis:
Emmi