Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

REMBUK STUNTING NAGARI TIGO SUNGAI KECAMATAN PANCUNG SOAL PUSK. INDERAPURA

29 Sep 2022 01:24:52 WIB 32x dibaca
REMBUK STUNTING NAGARI TIGO SUNGAI KECAMATAN PANCUNG SOAL  PUSK. INDERAPURA
Selasa, 20 September 2022 REMBUK STUNTING NAGARI TIGO SUNGAI KECAMATAN PANCUNG SOAL Hari ini Petugas Promosi Kesehatan dan petugas Gizi memenuhi Undangan Nagari untuk rembuk Stunting Nagari Tigo Sungai. Pelaksanaan Rembuk Stunting Juga di hadiri Oleh Camat kecamatan Pancung Soal, Pendamping Desa, Koordinator Lapangan Balai KB, wali nagari tigo sungai serta Ketua Bamus Tigo sungai. Acara di buka oleh Bapak wali nagari Tigo Sungai. Rembuk stunting merupakan salah satu rangkaian pramusyawarah desa untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2023, juga menjadi amanat Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terhadap pemerintah Nagari agar memprioritaskan penggunaan dana desa tahun 2023 untuk pencegahan dan penanganan stunting. rembuk stunting bersifat terpusat dan diinstruksikan langsung dari pemerintah pusat. “Permasalahan stunting menjadi prioritas pemerintah dikarenakan masalah ini memengaruhi kualitas SDM yakni terhambatnya tumbuh kembang anak, dan lain-lain. Oleh sebab itu, program ini harus dilaksanakan secara konvergen atau terpusat, terpadu, terkoordinasi oleh berbagai lintas sektor. Dengan berperannya seluruh lintas sektor harapannya dapat membangun kapasitas dan komitmen pemerintah daerah dalam merencanakan, mengimplementasikan, memantau, dan mengevaluasi intervensi yang terpusat guna mengurangi angka gagal tumbuh anak. Hal ini menjadi penting sebab pencegahan dan penanganan stunting menjadi salah komitmen pencapaian pemerintah dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/SDGs 2030. Penyelenggaraan rembuk stunting di nagari Tigo Sungai sekitar 80% lebih partisipannya adalah perempuan. partisipasi aktif kelompok perempuan berhasil mengusulkan lima layanan dasar yakni pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), konseling gizi terpadu, penyediaan sanitasi dan air bersih, perlindungan sosial, dan layanan PAUD yang berkualitas. Ditambah lagi kader KPM mengusulkan adanya anggaran untuk sarana prasarana baik di poskesri dan posyandu yang sudah rusak dapat di ganti untuk menciptakan suasana posyandu dan pelayanan kesehatan yang nyaman bagi masyarakat. Hasil dari rembuk stunting , pemerintahan Nagari akan berusaha melengkapi saranan prasarana Posyandu agar pelayanan di posyandu semakin nyaman dan kunjungan bayi balita, ibu hamil dan PUS semakin meningkat.

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.