Imunisasi dilakukan dengan sasaran anak usia 1- 5 Tahun yang belum mendapatkan sama sekali/ belum lengkap imunisasi,terkhusus imunisasi difteri, pertusis, dan tetanus (DPT) yang tertinggal dari jadwal yang seharusnya diberikan pada anak. Selanjutnya dilakukan kunjungan rumah /sweeping pada keluarga yang anak nya belum di imunisasi DPT, serta diberikan edukasi terkait pentingnya imunisasi pada anak dan penyakit- penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. sebelumnya telah dilaksanakan pertemuan dengan lintas sektor untuk pelaksanaan zero dose, sehingga untuk sweeping ke rumah warga langsung bersama bapak/ staf wali nagari atau kepala kampung nagari terkait. Dan juga di dampingi bapak camat Kecamatan Batang Kapas (Bpk Lefiandru) beserta ibu TP- PKK Kecamatan Batang Kapas dan ibu TP- PKK Nagari Koto nan tigo melihat pelaksanaan zero dose. Untuk kita ketahui sangat Pentingnya Imunisasi DPT pada anak yaitu: - Melindungi dari penyakit berbahaya seperti melindungi anak dari difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus, yang merupakan penyakit serius dan bisa menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian. - Mendukung tumbuh kembang anak, Imunisasi lengkap membantu anak tumbuh sehat dan terhindar dari penyakit yang bisa menghambat tumbuh kembangnya. adapun efek samping dari imunisasi DPT yang normal terjadi pada anak sebagai bentuk reaksi tubuh anak setelah di suntik yaitu: - Demam: Demam ringan hingga sedang adalah efek samping yang umum terjadi setelah imunisasi DPT. Suhu tubuh mungkin meningkat menjadi sekitar 37,5-38,5°C. Nyeri, Kemerahan, atau Bengkak di Area Suntikan, Area suntikan mungkin terasa nyeri, kemerahan, atau bengkak. - Rewel atau Gelisah: Bayi atau anak mungkin menjadi lebih rewel atau gelisah setelah imunisasi. - Penurunan Nafsu Makan: Beberapa anak mungkin mengalami penurunan nafsu makan setelah imunisasi. - Mengantuk atau Lemas: Anak mungkin merasa lebih mengantuk atau lemas dari biasanya. Penting untuk diingat bahwa efek samping ini biasanya ringan dan akan hilang dengan sendirinya. Jika efek samping yang dialami cukup parah atau tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan bidan/ dokter. Untuk mengatasi efek samping ringan, orang tua dapat melakukan beberapa hal seperti: 1.Kompres Dingin: Mengompres area suntikan dengan kain basah dingin dapat membantu meredakan nyeri dan bengkak. 2.Obat Penurun Panas: Jika anak mengalami demam, orang tua dapat memberikan obat penurun panas yang dijual bebas seperti paracetamol, sesuai dosis yang dianjurkan. 3.Pakaian yang Nyaman Hindari memakaikan pakaian atau selimut yang terlalu tebal pada anak setelah imunisasi, karena dapat membuat demam semakin tinggi. Petugas: Hj. Enti Yanti, S. St, Melvia , Amd.Keb dan beserta Lintas Sektor terkait. #SalamSehat #ZeroDoseImunisasi #PD3I #SalamPromkes
Penulis: myarsih icit