Painan-Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan Dr. H.Satria Wibawa, M.Kes merupakan penyintas covid 19. Pada tanggal 13 Juli 2021 dinyatakan Positif dengan Citi Value (CV) 17,8.
dr. Satria mengakui bahwa ia tertular dari virus ini akibat mengabaikan memakai masker. "Saat adik saya meninggal di Jakarta dan dikuburkan di Jakarta, kami berkumpul bersama keluarga di Bukittingi untuk melakukan Tahlilan dan melaksanakan sholat ghaib, saya diminta menjadi imam saat dilaksanakan sholat tersebut. Ketika berkumpul dengan keluarga ada diantara keluarga yang menyapa agar saya tidak memakai masker. Karena segan dan menghormati keluarga (orang-orang tua dikampung) saya membuka masker" ujar Kadis.
Setelah melakukan acara bersama keluarga pada malamnya kami pulang ke Painan. Dalam mobil perjalanan pulang kami ada 3 orang, saya anak saya (Chaca) dan sopir, selama perjalanan kami bertiga tetap memakai masker." Cerita Kadis.
Cerita Kadis lebih lanjut "Pada keesokan harinya saya merasa demam menggigil tetapi belum ada gejala yang mengarah ke Covid. Pada hari berikutnya saya sempat melakukan perjalanan ke beberapa tempat. Hari berikutnya saya merasakan batuk-batuk, sesak napas dan jantung berdebar-debar kemudian saya menelpon dokter spesialis penyakit dalam dr. Arkademi untuk mendapatkan obat. Setelah mendapatkan obat baru bisa saya tertidur. Keesokan harinya saya dianjurkan melakukan Swab PCR dan hasilnya positif tetapi anak dan sopir hasilnya negatif".
"Selanjutnya saya dianjurkan untuk dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang karena saya komorbid dan ada bercak diparu. Selama 12 hari saya dirawat, alhamdulillah saya sembuh" Ucap Kadis
"Pesan saya kepada masyarakat jangan pernah mentolerir untuk tidak pakai masker, karena permintaan orang ataupun karena menyegani orang. Masker akan berperan manahan percikan ludah ketika kita bersin atau batuk, sehingga orang tidak tertular jika kita terinfeksi virus ini, bagi orang yang memakai masker maka iapun tercegah dari penularan virus ini" tutup Kadis
Penulis: Hendri