Painan-Penimbangan merupakan langkah awal dalam kegiatan utama Program Perbaikan Gizi Anak. Hal ini sebagai upaya masyarakat dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Kekurangan gizi terutama pada masa balita akan menyebabkan meningkatnya risiko kematian dan terganggunya pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan kecerdasan. Dalam beberapa hal, dampak kekurangan gizi ini bersifat permanen, artinya tidak dapat disembuhkan meskipun pada usia selanjutnya kebutuhan gizinya terpenuhi.
“Kegiatan ini merupakan suatu upaya untuk menemukan kasus-kasus gizi dan menangani sesegera mungkin kasus gizi yang ditemukan sehingga tidak terjadi keadaan gizi yang lebih buruk lagi,” kata Pj. Program Gizi Puskesmas Air Haji Mardiah, AMKG, Jumat (26/13/2021).
Kegiatan hari ini yang dilakukan ialah pemantauan pelaksanaan penimbangan massal dan pemberian vitamin A , ada beberapa Nagari yang kami pantau antara lain :.Nagari Muara Kandis, Punggasan Timur, Air Haji Tenggara, Rantau Simalenang, dan Air Haji Tengah.
Dalam kegiatan ini, Pj. Program Gizi Puskesmas Air Haji tidak lepas tangan untuk menyerahkan semua kegiatan ke masing-masing Posyandu, Petugas Gizi melakukan pemantauan, melakukan monitoring dan menvalidaasi hasil pengukuran dan penimbangan yang dilakukan oleh Kader Posyandu.
Secara umum, pelaksanan Operasi Timbang dan pemberian Vitamin A berjalan cukup baik, akan tetapi ada beberapa hasil monitoring yang harus diperbaiki, antara lain pencatatan yang dilakukan oleh kader. Kader masih mengalami kesulitan dalam mengisi dan memasukkan data di buku register. Jadi sebelum dimasukkan ke buku register, kader masih menggunakan buku bantu berupa catatan-catatan kecil.
Dari aspek keterampilan, kader sudah cukup baik tetapi perlu peningkatan agar data hasil pengukuran lebih valid dan akurat. Secara keseluruhan, kader telah mengetahui tata cara atau langkah-langkah penimbangan akan tetapi ada beberapa kader Posyandu yang masih kurang terampil dalam menggunakan alat ukur, dikarenakan alat ukur (mikrotoa dan timbangan dacin) belum di nol kan terlebih dahulu.
“Posyandu pada umumnya telah menggunakan sistem 5 meja dengan mobiler yang lengkap, perlu tetap meningkatkan sistem pelayanan terutama pada meja nomor 4 (penyuluhan),” tutur Mardiah.
Penulis: Hendri