Tim Surveilens puskesmas Rahul kunjungi rumah pasien DBD Nagari Limau Purut Tapan
Dengan adanya perubahan musim sehingga meningkatkan kejadian kasus Demam Berdarah Dengue di persisir selatan. Seperti kasus DBD yang terjadi di Nagari Limau Purut Tapan. Sebelumnya, pasien ini melakukan proses Persalinan di RSUD M Zein Painan, setelah beberapa hari dirawat pasca bersalin pasien pulang. Ibu Nifas ini mengalami demam setelah pulang dari rumah sakit. Kemudian mendapat perawatan di RSUD Tapan ternyata hasil laboratirium menunjukkan positif DBD Dengue grade 2 dengan ciri-ciri pasien mengalami BAB bercampur darah. Menindaklanjuti informasi tersebut Tim Surveilens Puskesmas Ranah Ampek Hulu Tapan atau yang biasa disebut Puskesmas Rahul langsung tanggap untuk melakukan Penelitian Epidemiologi (PE) dirumah pasien (ibu Ernawati). Tim Surveilens ini terdiri dari Petugas Surveilens (Hesti Wima Putri,Amd.Keb), petugas Kesehatan Lingkungan (Rahmi Haldina,A.Md.Kl), petugas Promosi Kesehatan (Arnadi, SKM), bidan desa setempat (Heryanti Viska Yanti,Amd.Keb) serta staf Nagari Limau Purut Tapan (Femi). Pemeriksaan jentik juga dilakukan pada rumah disekitar kejadian dengan jarak 100 M. "Sementara Dirumah pasien tidak Ditemukan sumber jentik nyamuk DBD namun dicurigai terjadi penularan dikarenakan ada 2 orang masyarakat sekitar dengan jarak 100M persegi sedang sakit. Hasil PE tersebut telah disampaikan kepada pihak wali Nagari Limau purut Tapan". (ungkap Arnadi petugas Promkes).
Upaya sementara yang bisa dilakukan untuk mencegah berkembangbiaknya nyamuk DBD melalui upaya 3M Plus kemudian menggerakkan masyarakat bersama membersihkan lingkungan sekitar rumah untuk memberantas sarang nyamuk. (Selasa, 24/5/22)
Penulis: Emmi