Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

UPT Puskesmas Tarusan dr. Yessy Rivai dan Yeni S melayani pasien TB paru baru BTA positif

10 Oct 2022 16:42:08 WIB 28x dibaca
UPT Puskesmas Tarusan  dr. Yessy Rivai dan Yeni S  melayani pasien TB paru baru BTA positif
Penyakit tuberkulosis atau TBC terjadi ketika penderita terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis di paru-paru. Kondisi yang disebut dengan TB paru ini harus ditangani segera jika tidak ingin berakibat fatal. Ada dua jenis infeksi TB yang berdasarkan tingkat keparahannya : 1. TBC laten TBC laten terjadi ketika penderitanya memiliki kuman di tubuh tetapi sistem imun berhasil mencegahnya supaya tidak menyebar. Penderitanya pun tidak memiliki gejala apapun, dan tidak menular. Meski demikian, infeksinya masih hidup dan suatu hari nanti bisa menjadi aktif. Jika berisiko tinggi, dokter akan memberi obat untuk mencegah TB aktif. Beberapa faktor risiko yang memicu TB laten menjadi aktif adalah mengidap HIV, mengalami infeksi dalam 2 tahun terakhir, rontgen dada menunjukan kondisi yang tidak biasa, atau sistem kekebalan tiba-tiba melemah. 2. TBC aktif Sementara seseorang yang sudah mengalami TBC aktif adalah saat kuman berkembang biak dan membuatnya menimbulkan gejala dan sakit, juga dapat menyebarkan penyakit ini kepada orang lain. 90% kasus aktif pada orang dewasa berasal dari infeksi TB laten. Infeksi TB laten atau aktif juga dapat resisten terhadap obat. Artinya obat tertentu tidak bekerja melawan bakteri. Gejala umum ditimbulkan oleh TBC di paru-paru antara lain: 1. Batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu 2. Batuk darah atau dahak (dahak) 3. Sakit dada 4. Mudah lelah dan lemah 5. Demam 6. Panas dingin 7. Keringat malam 8. Kehilangan nafsu makan 9. Penurunan berat badan Pada hari ini Kamis tanggal 6 Oktober 2022 Tim TB UPT Puskesmas Tarusan dr. Yessy Rivai dan Yeni S melayani pasien TB paru baru BTA positif dan kebetulan mereka kakak adik. Setelah di telusuri ternyata dalam keluarga sudah ada yang minum OAT sebelumnya. Sehingga dari kasus ini kita bisa belajar bahwa penularan TBC terjadi kepada orang terdekat pasien.

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.