UPT Puskesmas Tarusan lakukan crosscheck terhadap pemeriksaan laboratorium malaria baik dari sedian darah tebal dan tipis dari semua Puskesmas yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan.
Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat.
Ada 2 jenis makhluk yang berperan besar dalam penularan malaria yaitu parasit
malaria (yang disebut Plasmodium) dan nyamuk anopheles betina. Plasmodium terbagi dalam lima jenis spesies di dunia yang dapat menginfeksi sel darah merah manusia.
Berpedoman kepada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2013 tentang Pedoman Tatalaksana Malaria.
Pengobatan yang diberikan meliputi pengobatan radikal malaria dengan membunuh semua stadium parasit
yang ada di dalam tubuh manusia bertujuan sebagai pengobatan radikal untuk mendapat
kesembuhan kilinis dan parasitologik serta memutuskan rantai penularan.
Kemoprofilaksis bertujuan untuk mengurangi resiko terinfeksi malaria sehingga bila terinfeksi maka gejala klinisnya tidak berat.
Prognosis malaria berat tergantung kecepatan diagnosa dan ketepatan & kecepatan pengobatan.
Pemeriksaan laboratorium :
a. Pemeriksaan dengan mikroskop
Pemeriksaan sediaan darah (SD) tebal dan tipis di Puskesmas untuk menentukan ada tidaknya parasit malaria (positif atau negatif), spesies dan stadium plasmodium serta kepadatan parasit.
Analis UPT Puskesmas Tarusan Nofiarti AMd merupakan tenaga crosschecker malaria kabupaten Pesisir Selatan yang akan melakukan crosscheck terhadap pemeriksaan laboratorium malaria baik dari sedian darah tebal dan tipis dari semua Puskesmas yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan.
Penulis: Emmi