Tarusan, 13 Juni 2022
Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK).
UPT Puskesmas Tarusan mengadakan kegiatan SDIDTK anak balita di posyandu setiap bulan dengan Tim SDIDTK nya yang terdiri dari Dr. Yessy Rivai Bidan Koordinator Rora Vina Pengelola Anak Yeffitha Sulismika E Petugas Fisioterapi Nelvi Yanti dan Feni Suarni. Kegiatan ini meliputi :
1. Penimbangan berat badan
2. Pengukuran tinggi badan
3. Pengukuran lingkar kepala
4. Perkembangan anak.
Stimulasi deteksi intervensi dini tumbuh kembang ( SDIDTK ) merupakan kegiatan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak mulai dari umur 0 bulan sampai 72 bulan. Umur 0 sampai 24 bulan dilaksanakan setiap 3 bulan sekali. Sedangkan untuk umur 24 sampai 72 bulan setiap 6 bulan sekali.
Alat yanh di pakai dalam SDIDTK adalah
sendok, garpu, bola tennis, cangkir plastik, botol kecil, boneka, balok kecil ( 2,5 x 2,5 cm masing – masing 2 buah warna kuning, merah, biru, hijau, putih ), balok besar ( 2,5 x 5 cm masing – masing 1 buah warna kuning, merah, biru, hijau, putih ), kerincingan, lonceng ( Ø 4 – 5 cm ).
Adapun tujuan dilakukan kegiatan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) yang sasarannya adalah Bayi dan Balita untuk mengetahui apakah pertumbuhan dan perkembangannya sesuai dengan umur atau tidak.
Yang perlu dinilai untuk melihat perkembangan anak :
1. Personal Social (kepribadian/tingkah laku sosial).
2. Fine Motor Adaptive (gerakan motorik halus)
3. Langauge (bahasa)
4. Gross Motor (perkembangan motorik kasar)
Dalam melakukan SDIDTK kita menggunakan
Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) merupakan suatu instrumen deteksi dini dalam perkembangan anak usia 0 sampai 6 tahun.
Penulis: Emmi